Post

12 Hours In Jakarta

In Uncategorized on June 10, 2009 by RaazZ

(hehe.. ini benernya cerita “liburan”ku ke Jakarta yg cuman sehari, berangkat jam 7 pagi, pulang jam setengah 8 malam. Pada hari yang sama…)

Here I am on Jakarta!!!

Tapi sekarang aku lagi di mess Ladokgi. Hummmpf,, aku bener2 butuh refreshing. Entah lega atau memang sedih, mendadak hatiku penuh haru dan aku ingin menangis =) Hummmpf, *menarik napas dalam2 dan menghempas separuh beban diri*

AKU LIBURAAAAAAN!!

Penat sekali tauk… coba dicek, kapan terakhir kali aku ke luar kota yang bener2 refreshing? Mungkin PKL ke Bali bisa masuk hitungan, tapi sebenarnya (mungkin) aku lebih perlu menikmati perjalanannya, kemudian duduk tenang di satu tempat, diam sejenak, dan melihat pemandangan…

Seperti hari ini… aku begitu menikmati perjalanan dari bandara Juanda – di udara – Bandara Soekarno-Hatta. Melihat langit yang begitu biru muda… Subhanallah!!

Waktu aku take off tadi, matahari baru saja terbit dan menampakkan cahaya kuning keemasan yang mempesona. Seperti sudah lama tidak melihat matahari terbit mengawali pagi, secara aku hampir selalu tidur setelah subuh. “Terkurung” di kamarku yang sangat nyaman (atau malah sangat sumpek?)

Indahnya pagi ini. Aku merasa tak perlu pergi ke mana-mana, melihat2 kesumpekan dan kemacetan Jakarta. Oh man!! Enough!! Surabaya yang ga seberapa macet di banding Jakarta aja udah cukup, cukup, cukup!

Aku butuh waktu untuk diriku sendiri… seperti saat ini, diam di kamar, bernapas lega, dan menulis sebuah catatan. Bukan catatan perjalanan tentu saja, secara aku bukan traveler. Tadi aja waktu pemeriksaan di Bandara, aku gak sadar kalo kita gak boleh bawa cutter! ahahahaha….=)) Jadilah cutter biru yang sudah oldies dan jadi penghuni setia tempat pensilku itu aku tinggal di gerbang pemeriksaan di Gate 6.

Gpp, yang penting aku ‘melarikan’ diri dari Surabaya…

Aku sangat menikmati detik2 turun dari pesawat dan menatap lapangan terbang yang luaaaas sekali! Hummmpf, sejak beberapa hari yang lalu aku emang pengen ke tempat yang lapang, seperti lapangan bola atau naik ke bukit berbintang seperti di film Dealova (Bandung…T_T) Pengen teriak, pengen nangis, pengen ketawa! Tanpa diprotes siapa-siapa, tak ada seorang pun di sana…

(to be continued..)

Post

Stand Still

In Uncategorized on January 8, 2009 by RaazZ

Perpisahan adalah kejadian paling menyedihkan dari kehidupan. Tapi apa yang lebih buruk dari orang yang ngga bisa menerima perpisahan? Toh perpisahan dan pertemuan itu serupa dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Sesederhana atas-bawah, kanan-kiri, lelaki-perempuan. Ada pertemuan, ya pasti aja ada perpisahan. Suatu kewajaran yang pasti terjadi.

Ketika suatu hari dua anak manusia bertemu dalam ketidaksengajaan, itu adalah hadiah kehidupan bagi mereka. Berarti, kesempatan untuk berbagi. Berbagi cerita, berbagi suka, senyum, canda,tawa dan rahasia. Pertemuan tak ubahnya perjalanan. Dimulai dari satu titik kecil, berkembang, berjalan, diiringi gelombang arus turun naik dan membuat satu pertemuan itu menjadi kisah tersendiri, seakan-akan takdir telah menuliskannya demikian. Hingga akhirnya mabuk. Limbung dalam indahnya pertemuan yang kadang dianggap sebagai akhir dari suatu perjalanan yang lain. Hingga lupa, pertemuan itu pada saatnya akan menjadi akhir untuk awalan bagi perjalanan yang lain. Kalau tidak, maka hidup akan berhenti. Seperti air…. ketika ia menemui celah untuknya mengalir, suatu saat ia butuh celah itu memecah dan membuat aliran baru agar air itu dapat terus mengalir. Kalau ia berhenti mengalir, maka perjalanannya benar-benar usai dan ia tak akan mencapai tempat-tempat baru.

Sesederhana itu, Ras. Bertemu untuk nantinya berpisah lagi. Suatu kewajaran yang pasti terjadi serupa hidup pasti mati. Tak ada yang tertolak di sini, hanya perjalanan yang memecah dalam jalan-jalan setapak yang lebih kecil untuk nanti mengantar kita pada jalan lain yang lebih besar dan lebih rumit, menyisakan banyak peluang yang membutuhkan keberanian untuk memutuskan.

Pertemuan itu telah menghasilkan sesuatu lebih dari sekedar perkenalan. Ada pertemanan, persahabatan yang hangat serupa api unggun di musim dingin. Sayang untuk mengakhirinya. Kita butuh kehangatannya untuk bisa bertahan dalam dinginnya cuaca. Tapi apakah itu satu-satunya cara? Masih ada jaket tebal, pemanas ruangan, selimut, dan bahkan mungkin sebuah pelukan. Masih banyak jalan. api unggun itu hanya salah satu pilihan, tapi bukan satu-satunya. Begitu sayang untuk kehilangan api unggun, tapi masing-masing kita tahu kalau kayu itu juga pasti habis suatu saat nanti. Apalagi jika musim berganti, mungkin kita tak butuh api itu lagi. Perpisahan pasti terjadi, kan? No need to feel sorry.

Bukan masalah perasaan yang tak berbalas, atau kekecewaan yang kekanak-kanakan, hanya bagian dari perjalanan yang harus kulewati. Ada yang harus kumengerti, ada yang harus dijaga hatinya. Mungkin hatiku, karena ia sudah cukup rapuh dihantam badai beberapa kali. Tapi ini juga tentang kehidupan orang-orang yang mengasihiku sejak sebelum hari ini terjadi.

Hatiku… ah, sudahlah. Lima kali sudah cukup untuknya menyusun kepingannya sendiri. Tapi dia pasti bisa bertahan, seperti serbuk besi bertemu magnet, serpihan itu akan berkumpul dengan sendirinya. Tak perlu aku menyapu tiap kepingannya.  Kalaupun aku butuh lem untuk merekatkan serpihan itu,  adalah waktu
harmonicstars: mungkin tak selesai merekat hari ini,
harmonicstars: tapi suatu hari nanti hatiku akan siap mencintai lagi

Pasti ada hikmahnya. Pasti ada pelajarannya. Semua indah, tak ada yang salah. Aku akan tersenyum. Sementara ini, aku akan mengambil jalan yang lain. Kalau nanti kita bertemu lagi di persimpangan jalan, ngga ada salahnya menyapa. Mungkin kita bisa berbagi bekal, untuk mengambil jalan yang sama. Tapi nanti, bukan hari ini.

Post

I “Hate” You…

In Uncategorized on December 31, 2008 by RaazZ Tagged: , ,

I hate you…

I hate you because you make me feel dumped, as you didn’t text to me anything since yesterday evening.

I hate you because you can talk, smile and laugh with everyone else but me.

I hate you because I’ve been thinking about you all day long.

I hate you because I keep thinking about you.

I hate you because you’re sweet, to me and everyone else.

I hate you because you make me hope for something I have wished for long….

I hate to know that now, I wish you always here…

(10 Desember 2008         10:53pm)

and what did you say…?

Don’t hate me,
Don’t really-really hate me.

Cz I couldn’t bear that such of burden…

Owh-my-Gosh…

How can I really hate such a nice and sweet-mouthed person like him???

Post

my Several Reasons of Postponing Marriage..

In Uncategorized on December 31, 2008 by RaazZ Tagged: , , , , ,

these are several reasons why I haven’t ready to get married yet..

  1. Umurku baru saja 20 tahun. Well, apa yang salah dengan usia 20 tahun? Yawh, aku baru saja duapuluh tahun…. Masih impulsif dan playful sehingga untuk urusan seserius menikah harusnya kupikirkan berjuta2 kali karena efeknya adalah seumur hidup, bukan satu periode seperti organisasi.
  2. Budhe dan tanteku ada yang belum menikah, padahal usia mungkin sudah 40an. Kalau mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun hidup dan still waiting for the right one itu aja blum nikah, kalau misalnya aku dan keimpulsif-anku itu ternyata ditanggapi oleh entahlah siapa dan kegilaan merasuki kami untuk nekat menikah muda, hmm….. aku ngga tau apa jadinya perasaanku kalau harus bertemu dengan dua saudaraku yang belum menikah itu. Yawh, bukan berarti aku harus menunggu mereka menikah dulu baru kemudian aku memikirkan diri sendiri untuk menikah, oh man!!! Nggak lah. Tapi setidaknya aku harus membuat jeda antara keinginan impulsif menikah muda dan kesiapan mental untuk benar-benar menikah. Agar keputusan menikah muda pun dapat dipertanggungjawabkan tidak sekedar keinginan sesaat yang berujung kepanikan tiada akhir sampai aku tua. Naudzubillah!!!!
  3. Aku punya dua orang adek laki-laki yang masih bersekolah di SMA. Yang satu kelas tiga, satu lagi masih kelas satu. Oke, oke, mereka sudah remaja semua. Tapi tetap saja itu tidak berarti aku bisa hengkang begitu saja dari rumah orang tuaku ini dengan alasan menikah. Tidak!!! Kalau aku menikah, berarti ya semakin banyak saja yang harus aku urus, setidaknya. Ahahahha…. Oke aku mungkin sangat ke-GeeR-an dengan merasa bahwa banyak orang yang membutuhkan bantuanku (haha) tapi setidaknya keberadaan suami dan keluarga tentu menambah cerita dan kerumitan tersendiri. Terlepas dari suami dan mertua seperti apa yang akan kudapatkan. Ya ya ya…. Adekku masih SMA. Still young but… yawh, aku belum bisa “pergi” begitu saja dari rumah ini.
  4. Kemahiran rumah tangga yang aku kuasai baru sepersepuluhnya saja, sepertinya. U name it and I might not be able to do that perfectly! Baiklah, pura-puranya kita urutkan rutinitas harian seorang ibu rumah tangga dalam bayanganku. (anggap belum ada anak di sini)……. Pertama, bangun pagi jam 3. masak nasi, trus sholat tahajjud. Setelah beberapa rakaat terselesaikan, pergi ke dapur untuk ngecek nasi uda mateng ato blum. Umpamakan sudah. Masih pake rukuh, pindahkan nasi ke periuknya. Nasi yang hangat itu mengepul2 dari wadahnya. Menyenangkan. Yah. Rutinitas belum selesai. Urusan dapur mungkin bisa ditinggal dulu. Hmmm…. Bagaimana kalau mengaji? Ya. Ngaji. Separuh juz, trus melipat rukuh kemudian menyapu rumah. Selesai menyapu, ngepel. Dari belakang hingga depan rumah, harus bersih semua. Setelah itu membereskan perlengkapan ngepel, trus membersihkan kamar tidur. Ups… ato semestinya membereskan kamar tepat setelah bangun? Ahahahha…. Bodo lah. Gak ada ideal , yg penting kan tetap membersihkan. Yap, bersih-bersih kamar. Merapikan seprei, melipat selimut, membetulkan letak bantal dan guling. Kalo perlu dikasih semprotan supaya wangi, hehehhee… beres dengan kamar, ke ruangan2 lain di rumah. Must be cleaned!!! Di lap satu-satu, dibereskan yang berantakan, pokoknya ampe enak dilihat. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi, atau setengah lima deh. Sholat subuh! Selesai sholat, hmm… baca ma’tsurat trus ngaji lagi lah. Separo juz lagi, hehehe. Jadi, klo itu sukses sepagi ini si istri tadi sudah selesai membaca satu juz al-Quran. Ck ck ck…. Beres dengan ngaji dan sedikit urusan rumah, dia kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Menu hari ini apa? Hmmm, anggap saja omelet keju. Ahahahahahhaha… maklum, belum bisa masak yang macem2. oke, menu sarapan sudah beres. Sekarang, waktunya lari pagi bersama suami tersayang. Hehehehe…. Indahnya dunia klo kayak gini. Setelah lari pagi, sambil si suami mandi, istrinya nyiapin pakaian dan segala perlengkapan untuk suaminya berangkat ke kantor. Oh la la….. bisa2 aja ih. Begitu selesai mandi, semua udah beres, tinggal ganti baju, makan, trus mengantar suami sampai ke pintu depan, mencari nafkah untuk sesuap nasi dan segenggam berlian. Hihihihi….. nah, kalo suami udah on the way to his office, ngapain lagi neh? Hmmm…… itu dia yang belum aku pikirkan. Mungkin si istri ini akan internetan untuk nyari resep masakan terbaru yang gampang tapi enak, untuk dipraktekkan di rumah. Ato mungkin cek mail, chatting, menyambung silaturrahim dengan teman2nya yang entahlah dimana, supaya nggak terasingkan. Hmm….. selebihnya? Entahlah! Aku blum ada ide lagi. Tuh kan? Aku masih nggak bisa memprogram kegiatan sehari-hari seorang ibu rumah tangga tu apa aja. Gitu aku mo nikah muda. Aw aw aw….. bisa2 tiap hari kerjaanku nonton telenovela ato pinjem DVD film korea trus nangis2 bombay sendiri, hahahahaha…. Masih jaman ya serial Korea, walau udah nikah sekalipun…? Ck ck ck…. Itu lah yang aku takutkan. Kebiasaan masa muda yang hedon dan hura-hura ini kebawa ampe udah nikah. Kan repot juga. Sementara menikah itu penuh tanggung jawab dan yawh…. It’s just not easy, hehe.
  5. Kuliahku belum selesai. Mungkin dua tahun lagi. Sekarang aku semester lima menuju enam. Diagram alur mata kuliah diprogram untuk dapat diselesaikan dalam 8 semester atau empat tahun. Hmm… kalau misalnya aku pengen skripsi di semester tujuh, pada smt 6 harus sudah mengajukan proposal skripsi. That means semester depan!!! Horor gak seeh? Hahahha…. Itu dia yang aku pusingkan. Kalau ditulis gini, rasanya kuliah begitu cepat dan horor sekali. Tapi seru sih emang. Oke, semester enam bikin proposal skripsi, semester tujuh ngerjain skripsi, sidang, trus kalau Allah ridha, aku bisa lulus setelahnya, sambil nyelesaiin mata kuliah-mata kuliah yang belum selesai. Trus semolor2nya di semester delapan. Semester delapan…. Tahun 2010. hmm…. Entahlah. Kalau sesuai rencana, usiaku 22 di tahun 2010. ya iyalah! Itung aja 2010 dikurangi 1988!!! Hehehe. Tanda2 kecemasan gak penting. Menikah setelah lulus pun masih terhitung muda. Toh masih 22 tahun. Aaargh…. Apa sih yg bikin aku begitu terobsesi untuk segera menikah? Toh belum ada calonnya juga ini.
  6. Sepertinya, menurut orangtuaku, aku belum selayaknya “dilepaskan” dari pengawasan mereka karena masih seenaknya sendiri, suka marah2 pada keluarga, kekanak-kanakan, pemarah, yawh…. Dari beberapa kebaikan yang mungkin ku lakukan, dan beberapa hal yang dianggap sebagai “keputusan dan tindakan yang pintar” oleh orang lain, aku juga masih begitu banyak kekurangan yang agak fatal. Seperti ketidakpekaan terhadap baju yang sudah disetrika untuk segera dimasukkan ke lemari, sampah yang harus dibuang karena sudah penuh di tempat sampah, debu yang perlu dibersihkan tanpa disuruh, mengganti air galon kalau sudah habis. Semuanya perlu dilakukan tanpa menunggu instruksi. Inisiatif. Itu yang mungkin masih kurang berkembang. Selain itu, ketidakpedulian terhadap “dunia luar” saat aku sudah terkoneksi dengan dunia maya atau saat sudah masuk ke dalam kamar dan menutup telinga dengan headset. That’s it. Terputuslah kontak dengan dunia manusia. Aku hidup dengan duniaku sendiri. Dengan handphone, buku harian, dan laptop. Atau dengan buku-buku bacaan yang ada di kamarku. Biar berantakan kayak gimana juga, aku paling betah di kamarku sendiri. Biar kecoa seliweran kayak apa juga, aku masih betah di kamarku ini.

Woi!! Blum ada yang ngelamar juga! Dasar ih… emang kmu pikir hidup ini kayak Cinderella yang selalu diberi “terapi aversif” oleh ibu tiri dan kedua sodara tirinya, trus kamu merana ampe suatu hari kmu ketemu ama pangeran tampan yang mengubah hidupmu selamanya, Ras? This true life isn’t as beautiful as the fairy tale… cerita-cerita manis tentang putri yang menikah dengan prince charmingnya trus live happily ever after. Hadoh hadohhhh…. Menikahnya indah. Tapi coba dipikir lagi. Dongeng2 itu selalu berakhir di saat pernikahan, mana ada yang mo cerita tentang kehidupan setelah menikah? gak banyak. Karena ga selalu happy ever after, yang ada penyesuaian setiap hari untuk saling mengerti keadaan masing-masing dan bukan hanya berbagi kesenangan dan cinta, atau pesta dansa romantis tiap malam di bawah cahaya bulan. Hadoh hadohh…. Kalo ternyata pasanganmu itu siluman serigala, menari di bawah cahaya bulan purnama akan jadi tarian paling horor yang pernah ada, karena dia kembali ke wujud serigalanya dan kehilangan kontrol sebagai manusia, hehehehe….. ada juga ntar kamu dijadiin makan malem, hihi.. mengharapkan “serigala” seromantis Edward Cullen juga masih tetep horor. Hihi… ya sudahlah, intinya aku memang belum siap. Ilmu juga belum banyak, masih harus banyak belajar, supaya menikah itu benar-benar untuk beribadah pada-Nya, penyempurnaan separuh agama, dan mengikuti sunnah Rasulullah. Ngomong gampang, menjalankannya itu yang gak semudah berkata-kata. Tanggung jawabnya itu lho, ampe ke akhirat. Yawh, sebenarnya semua-muanya juga tanggung jawabnya ampe akhirat, tapi yang ini tuh…. Wah, di Al-Quran cuman di tiga tempat saja Allah menggunakan kata “mitsaaqan ghalida” untuk menunjukkan hamba-Nya betapa serius urusan menikah ini. Hadoh hadohhh….

Post

cHeesie n BroWnie in 2008

In Uncategorized on December 31, 2008 by RaazZ Tagged: , , , , , , ,

Waduuuuwh, sudah mo tahun baruuuuuw…. seperti biasanya, bikin review, udah ngapain aja setahun ini… trus bikin resolusi!! Tapi biasanya euforia untuk resolusi cuman pas tahun baru ajah, paling lama sebulan… begitu masuk bulan Februari, lupa deeeh….

Tahun ini aku cukup sibuk ikut organisasi dan kepanitiaan. Sesuatu yang tidak kulakukan di tahun-tahun awal perkuliahan. Lambat kusadari, ini sudah tahun ketigaku di Psikologi. Kalau masa SMA, ini adalah tahun terakhir, tahun terpenting, sudah waktunya sangat serius dengan studi. Kalau kuliah, yah ini memang belum akhir. Tapi sudah bukan lagi awal, jadi kuliah semakin berat dengan tugas yang banyak dan tuntutan lain. Dari diri sendiri, harus jadi lebih dewasa. Menikah…? Ahahaha, ternyata masih sebatas wacana. Bergabung dengan BEM, SKI dan kepanitiaan PC memberiku gambaran baru tentang kehidupan. Butuh banyak keseriusan, perencanaan dan manajemen waktu. Barang basi dalam pengaturan hidup, tapi itu artinya kemana saja aku selama ini? Mengabaikan itu semua dan berharap bisa jadi manusia dewasa? Aneh sekali. Yawh, sekarang aku sadar. Menjalani tiga amanah berbeda dalam satu periode yang sama tidak mudah, bukan juga berarti tidak bisa dilakukan. Hanya saja kemalasanku lebih berkuasa dari optimisme untuk jadi yang terbaik. Entah apa yang salah, apa memang kemampuanku menurun atau aku memang belum siap dengan dunia nyata, dimana ada berbagai macam orang, tantangan kehidupan yang semakin berat, harus lebih bertanggung jawab… =)

Dan tetap tersenyum menghadapi itu semua. Karena ada Allah yang akan selalu menolong dan menemani.

“Tapi tetap saja ya Ras, urusan hatimu itu susah didiamkan. Selalu mencari bahayanya sendiri.”

Ahaha…. Siapa lagi tahun ini? Setelah berantem lewat sms dengan seorang teman SMA, usaha menjalin hubungan baik kembali dengan teman lama yang lagi kuliah nun jauh di sana, hingga akhirnya beberapa sms darinya membuatku panas dingin dan mengembangkan harapan yang melambung tinggi…. Ada  yang lain hadir dalam hidupku menjelang akhir tahun ini. Subhanallah, rahasia Allah memang tak pernah bisa kutebak. Aku cuman geleng-geleng kepala sambil senyum-senyum sendiri. Semakin aku tahu betapa aku lemah dalam urusan menjaga batas dengan lawan jenis… jaga hati, jaga diri. Sangat lemah sekali. Masa pikiranku langsung tersambung ke kata-kata pernikahan? Alhamdulillah, interaksi dengan “teman baru” ini bikin aku mikir banyak sekali kalau ternyata aku lebih siap pacaran, backstreet sekalipun, daripada menikah tahun ini juga. Ahahaha….. ya ya ya…. Kontrol emosi yang sangat buruk tapi tak kupedulikan adalah salah satu jawabannya.

Seperti sudah lama sekali aku tidak merasa sebegini bahagia, karena makhluk Adam ciptaan-Nya. Yawh… sejak lost contact ma Nda, kecewa dengan hubungan dua sahabatku, harapan yang membingungkan tentang seorang teman…. Ada saja yang kemudian memberiku sensasi tersendiri. Seperti dua anak yang sama-sama bandel di tengah lingkungan dengan aturan yang sudah pasti. Yap, kami sama-sama tahu kalau pacaran bukan jawabannya, cuma menikah. tapi ya gimana, belum siap. Untuk saling menjauh pun…. Entahlah rasanya tak semudah itu. Apalagi bagiku. Walaupun sudah dekat begini, aku masih belum bisa yakin kalau dia menyukaiku, hehehe…. Toh kita hanya berteman. Segala kedekatan, bisa jadi hanya permainan =) seberapapun manisnya itu semua. Tapi nikmati saja lah, anggap bagian dari pembelajaran kehidupan. Semanis dan sesakit apapun, tak ada yang selamanya. Semua ada awal dan akhirnya.

Tantangan di 2009… gimana caranya supaya aku lebih konsekuen ama kata-kataku sendiri… gara-gara tugas organisasi yang menggila banyaknya dan sebegitu melelahkannya, menyebabkanku pulang malam ke rumah dalam keadaan butek sehingga marah-marah ke anggota keluargaku yang lain. Akhirnya, aku cuman bisa ngedumel, sambil ngomong dengan gaya sangat kecapekan, “Udah, pokoknya tahun depan aku ngga mau ikut kegiatan apa-apa!! Huwwwh… capek bgt dah. Tugas kuliah juga banyak! Hadoh hadohhh!!!”

Secara hal ini bikin ibuku bete, karena kebanyakan denger keluhanku yang gak abis2 soal kegiatan di kampus, tahun ini beliau benar2 “mendukung” aku untuk nggak ikut organisasi apapun. Awalnya aku sih oke aja. Man, capek bneran!!! tapiiiiiiiiiiiiiiiii….. T_T

there’s always such a temptation that I can’t stand..

ada tawaran gabung ke organisasi lagiii…. bukannya sok penting, semua juga udah tau kinerjaku nggak bagus-bagus amat. Tapi namanya kesempatan gak datang tiap hari… sayang juga sepertinya, walaupun aku tahu aku pasti bakal bercapek2 lagi kayak tahun ini, dan mungkin akan ngeluh2 lagi….. entahlah. Bimbang gak penting. Cuman bilang ‘ya’ atau ‘tidak’ dan bertanggung jawab atas konsekuensi kata-kataku sendiri, ternyata ngga segitu mudahnyaaaa….

Godaan syaiton nir rojiim!!

Sama juga ketika lima tahun yang lalu, aku memutuskan untuk ngga pacaran,.. ternyata bertahan dalam status jomblo dan berusaha meningkatkan kemampuan diri supaya bisa jadi HQJ a.k.a high quality jomblo tuh gak gampang. Secara banyak pasangan bertebaran di kanan-kiriku, trus ngga lama pasangan itu berganti pasangan lagi, trus ganti lagi dan seterusnya. Enak sekali. Sempet sih marah sama keadaan, dan hal itu bikin aku janji, klo suatu hari nanti, ketika akhirnya aku pacaran, aku bakalan jaaaaauh lebih bahagia dari mereka.. Trus mereka cuman bisa iri, kenapa aku bisa seberuntung ini. Dan aku bakalan tersenyum puas sekali, walau cuma dalam hati sih, kalau aku menang… menang terhadap keinginanku sendiri, menang karena bisa menjaga hati sampai saat perjanjian itu tiba. Satu-satunya yang paling memungkinkan dan dibenarkan adalah….. yawh. Satu kata, tujuh huruf. ^_^ Aku akan pacaran, setelah melewati gerbang paling sakral dalam sejarah umat manusia.

Maaasihhhh haaaruuuus…. menunggu. T_T

Hmm, resolusi tahun 2009, aku pengen apa ya…?

Keliling dunia!

Ke Korea, berfoto di depan istana raja, sambil memakai HanBok, baju tradisional Korea,..

Trus ke Paris, foto di depan menara Eiffel sambil maem es krim….

Trus ke Itali, naik gondolaaaaa…. tapi katanya gondola mahal…

Trus kemana lagi, Ras??

Ke Surabaya. Ahahaha…. pulang trus tidur. Capek ngayal terus…

If life is as a box of Cream Cheese Brownies, it will be sooo cheesie… light color, so yellow and cheerful. Expensive and exclusively made for its lover just to be melt in mouth… and,

so brownie, dark but sweet in every single bites.

Kalo hidupku di tahun 2008 ini seperti sepotong brownies keju….

Berarti aku harus menikmati tiap gigitannya, menikmati sensasi keju dan coklat yang bercampur di dalam mulut, sebelum kemudian ditelan, masuk ke saluran pencernaan… Menghargai usaha kita untuk bisa mendapatkan sekotak brownies keju, entah membeli, bikin sendiri, atau diberi. Berterima kasih pada-Nya yang memberi kita kesempatan untuk merasakan makanan enak yang sebenarnya tidak mengenyangkan, tapi lebih untuk memanjakan mulut dan selera makan….=)

kalau kehidupan seperti menikmati sekotak brownies keju…

Maka ngga perlu ngeluh, cukup berterima kasih karena kamu masih diberi kesempatan hidup…

Secara hidup ngga bisa berulang. Makanya, makannya pelan-pelan, Ras… dinikmati, jangan asal banyak aja dimakan. Hmmm… bener juga siy..

Kira-kira, hidupku bakal seperti apa ya di 2009???

Black Forest? Tiramisu? Opera Cake???

Atau….. Seperti Spaghetti Tuna?

Ahahaha…. makan mulu!

Hidup untuk makan, atau makan untuk hidup…?

Enjoy aja, dudud….^_^

Post

Chatting pagi ini..

In Uncategorized on November 29, 2008 by RaazZ Tagged: , , , , , ,

harmonicstars: chikaa
muzon_borcast: Laras…
harmonicstars: :)
harmonicstars: aku tau aku akan baik2 saja, chika..
harmonicstars: dan kalau tujuan kita sama,
harmonicstars: kita akan bertemu lagi..
harmonicstars: melewati jalan yang sama lagi..
harmonicstars: hihi
muzon_borcast: Yupz, Allah akn mghadiahi mu jika kalian brsbr..
harmonicstars: chika
harmonicstars: aku lg liat fs nya ;;)
muzon_borcast: Ya Allah ukhti, bnarkah kau tlah jth cinta?
harmonicstars: hah?
harmonicstars: masa sih?
harmonicstars: tapi kan dia uda pergi, chika sayang..
muzon_borcast: Apkh kau sdang mrasakannya?
harmonicstars: merasakan cinta??
harmonicstars: pada orang yg uda pergi ga tau kemana?
harmonicstars: :)
muzon_borcast: kaulah yg pling tau..
harmonicstars: entahlah.
harmonicstars: yg jelas aku sedang berusaha menghibur diri
harmonicstars: dia ikhwan yg baik, chika..
harmonicstars: krn akhirnya dia berhenti menghubungiku lagi, hehe
harmonicstars: ternyata dia emg baik bgt..
harmonicstars: :)
muzon_borcast: Iya dy emang baik..
harmonicstars: hihi
muzon_borcast: Tp jgn ampe tgglam ama prasaan itu ya ukhti..
harmonicstars: :)
muzon_borcast: Ingat
muzon_borcast: Allah itu Maha Pmcemburu
harmonicstars: :) :) :)
harmonicstars: chika sayang..
harmonicstars: aku sayang chika kecil ini..
harmonicstars: imut bgt..
harmonicstars: semoga ya chika..
harmonicstars: aaargh, damainya pagi ini..
muzon_borcast: Sama  chika jg syg bund0 besar..
harmonicstars: =))
harmonicstars: kok bundo besaaaar? hehehehe
harmonicstars: hihi
muzon_borcast: Kan anknya kcil..
harmonicstars: eh chika, chika..
harmonicstars: spt mimpi dia tiba2 ada di kehidupanku,..
harmonicstars: lucu..
harmonicstars: namanya ***,
harmonicstars: mengingatkanku pada tmen sma ku
harmonicstars: pada seorang tokoh di dlm novel,
harmonicstars: hihi
muzon_borcast: Iyayah, knapa yah trkadang ujian itu manis bgt?
harmonicstars: hehehe
muzon_borcast: Rasanya kdg ga sanggup mnolak ujian yg manis itu..
harmonicstars: chika,
harmonicstars: kamu bisa kok
harmonicstars: aku jg hrs percaya klo aku bisa
harmonicstars: kputusanku benar, kputusanmu jg..
harmonicstars: justru ketika qta mengharap dy mengabaikan kputusan mengakhiri itulah yg salah
harmonicstars: ini sdh bnar kan chika..?
harmonicstars: perpisahan emg sakit siiy,
harmonicstars: tp gak akan lama kok sakitnya.
muzon_borcast: Iya bnar tak lama asal trbiasa.. Mskipun wlw sbntar mmg sakit sngat..
muzon_borcast: Tp itulah manisnya iman
muzon_borcast: Iya kan uhti..
harmonicstars: :)
muzon_borcast: :-|
harmonicstars: lho knp?
harmonicstars: aku sdh sangat terbiasa begini, chika..
harmonicstars: klo q pkir2 lagi, nothing last 4ever lah,
harmonicstars: jd, ini bagian dari jln yg hrs kulalui, gt aja..
harmonicstars: emg ada nangis, ada sedih, ada sesak
harmonicstars: tp setelah terlewati, ada pelangi…
harmonicstars: ada senyum, tawa, lompatan penuh kelegaan..
muzon_borcast: Bnar, stlah hujan trnyata ad plangi
harmonicstars: iya,
harmonicstars: stlh hujan, mgkn masi ada badai
harmonicstars: stlh badai, mgkn ad yg hilang
harmonicstars: hancur,
harmonicstars: tp ada pelangi..
harmonicstars: ada kebahagiaan lain yg lebih indah
harmonicstars: menggantikan kedukaan yg tadinya ada
muzon_borcast: Tp akan trgntikan kan smua itu ukhti..
muzon_borcast: Bettul2
harmonicstars: iyawh..
harmonicstars: akan terganti dengan yg lebih indah lagi..
muzon_borcast: :D
harmonicstars: senyuuum!
harmonicstars: dan smangat!!
muzon_borcast: :-*
muzon_borcast: :D
harmonicstars: makasi chika..
harmonicstars: aku legaaa sekali hr ini
harmonicstars: walaupun urusan gak abis2nya
harmonicstars: tapi masih ada kebahagiaan terselip
harmonicstars: indaaaaaaah sekali..
muzon_borcast: Iyah itu brarti Allah syg ma hti qta..
muzon_borcast: Iya kan ukhti?
harmonicstars: alhamdulillah…
harmonicstars: betul betul betul!
harmonicstars: :)
muzon_borcast: Benar sangat!
harmonicstars: chika, ntar chatting ini ku posting di blogku aah
harmonicstars: makasi chika sayang…
muzon_borcast: :D
muzon_borcast: Wah asik..
muzon_borcast: Luph u ukhti
harmonicstars: hihihi
muzon_borcast: Dlm doa ini smoga engkau mnjdi lbh baik dr wkt ke wkt, smoga engkau mnjdi org yg bijak dlm pgndalian diri & mnjlani hdup…
Dlm hrp ini smoga engkaulah slh 1 dr para shbt sjati yg dkrim-Nya u/ q..
Aamiin
harmonicstars: aaaaaaamiiiiiiiiiiin
harmonicstars: :( (
harmonicstars: indahnyooo
muzon_borcast: Kgeeen
:(
harmonicstars: kangen sapa?
harmonicstars: si Aa?
harmonicstars: :)
muzon_borcast: =((
muzon_borcast: Sm dikau ukh!
harmonicstars: waaaaaaaah
harmonicstars: hihihi
harmonicstars: nanti siang insya allah aku ke kampus kok
muzon_borcast: Bukan ama aaX-(
harmonicstars: owalah…
harmonicstars: ya maaf…:D
muzon_borcast: Ntar jd bneran lo
muzon_borcast: ;-)
harmonicstars: jadi bneran gimana?
harmonicstars: apanya yg jadi bneran?
muzon_borcast: Stimulus kgen ma Aa
harmonicstars: owalah…
harmonicstars: ya gpp
muzon_borcast: =))
harmonicstars: toh chika uda tau mestinya gimana mengatasi kangen..
harmonicstars: :)
muzon_borcast: Lho jgn, bhy..
harmonicstars: kan chika yg nasehatin aku, hehe
harmonicstars: jadi chika jg dah bisa ngatasin sendiri..
harmonicstars: :)
muzon_borcast: Hahaha iya
harmonicstars: hihi
muzon_borcast: Tp kalo eror kdg nangis
harmonicstars: nangis kan ga dosa?
harmonicstars: nangis ya nangis aja….
harmonicstars: aku suka kok nangis, bikin lega..
harmonicstars: :)
muzon_borcast: Betul3..
harmonicstars: hehe
muzon_borcast: Lega sngat
harmonicstars: hehehe
harmonicstars: chika, aku jg kangen chika kok
harmonicstars: hahaha…
harmonicstars: lama2 kok aku ngeri ya ama persahabatan kita?
harmonicstars: udah foto2 bareng, berdua, skr kangen2an pula!!
harmonicstars: =))
harmonicstars: chika,
harmonicstars: tau emailnya dia ga?
muzon_borcast: Wakakakakakakaka=))
muzon_borcast: Ga tw syg..
muzon_borcast: Cb tanya Aa
muzon_borcast: :-) )
harmonicstars: aku gak berani!!!
harmonicstars: sudahlah, gak penting ini.. :)
muzon_borcast: Ga tw syg..
muzon_borcast: :-) )
harmonicstars: huuu
harmonicstars: dasar..
muzon_borcast: :-) )
muzon_borcast: Msh fsan?
harmonicstars: yap
muzon_borcast: Ck jd pgen
harmonicstars: pngen apa?
muzon_borcast: Bntar ck fs an dlu ya ukhti..
Ck off dlu ya syg..
harmonicstars: oke
harmonicstars: makasi byk chika..
muzon_borcast: :-j
harmonicstars: iyaaaaaawh
muzon_borcast: Sama2 laras
harmonicstars: :X
harmonicstars: :-*
muzon_borcast: >:d<
muzon_borcast: @};-
muzon_borcast: :-*

Post

labil,.

In Uncategorized on November 27, 2008 by RaazZ

aku ragu, atas keputusan diriku sendiri.

aku bingung, rasanya serba salah dan gak jelas.

sebenarnya aku hanya inginkan kepastian.

iya. atau tidak sama sekali.

maaf kamu harus mendengar ini, tapi..

aku juga sudah cukup lelah bermain-main dengan perasaan yang mengaduk-aduk pikiran dan perutku.

mual, pusing, deg-degan, segala simptom fisik yang bisa jadi sumbernya adalah virus yang menyerang “hati”ku. Kalbu.

damn………………………………………….

tolong mengerti,

akhirini ini, untuk dua pilihan.

memulai hidup baru bersama,

atau meneruskan cerita hidup masing-masing, sendiri.

kamu yang tentukan ya, tolong jangan lama-lama.

makasi..

Post

Lelah,..

In Uncategorized on November 22, 2008 by RaazZ Tagged: , , , , , ,

Ketika sekali lagi ujian dari-Nya berwujud Adam itu kembali datang menghampiriku,

aku selalu tak bisa bertahan.

mungkin karena aku tak lulus ujian sebelumnya di tingkat ini, akhirnya aku harus mengulang lagi.

Menghadapi dilema diri yang klasik, tapi masih saja tak teratasi.

Apa yang aku cari sebenarnya?

Dialog hati yang panjang, kadang masih saja kalah oleh lecutan impulsif sesaat.

Untuk apa ya Ras, mengalami bahagia semalam untuk kemudian didera kecemasan berhari-hari?

Yang aku tahu, tiap orang yang pernah hadir dalam hidupku membawa misi mereka masing-masing, dan hidupku tak akan pernah sama lagi sesudahnya.

Jika diri ini ibarat kanvas putih dan aku adalah pelukis dari satu kanvas itu, maka aku yang tentukan tiap warna dan goresan yang akan kuberikan disana.

Tapi aku tak mewarnainya sendirian.

Aku tak mungkin menggambarinya hanya dengan sekotak cat warna yang kupunya..

Ada orang-orang lain, dengan cat dan kuas mereka masing-masing untuk ikut mewarnai kanvas putihku.

Hingga akan kutemukan hijau, kuning, jingga, merah, bahkan hitam atau abu-abu bertebaran di sana, menjadikan kanvas itu semakin ramai saja.

Aku suka warna-warna ini. Kadang membuatku tersenyum, menangis dan berharap pada waktu yang bersamaan.

Aku ingin dia tinggal, tapi berapa lama dia bisa ikut mewarnai kanvas itu, jika ternyata hanya segaris tipis atau setitik kecil saja yang bisa ia tinggalkan untukku? Bukan karena ia tak mau, tapi hanya sebatas itu kesempatannya?

Begitu rupa warna telah tergores di sana. Aku lelah atas banyaknya warna yang datang dan pergi.

Hanya saja, semua itu datang dan pergi karena Dia telah mengaturnya. Mungkin, belum waktunya berhenti mencari, atau masih harus menunggu.

Tapi,… aku masih bisa memutuskan, warna apa saja yang kuijinkan mewarnai kanvasku. Ini hidupku, ini kanvasku, harusnya bukan orang lain yang sesukanya menumpahkan cat dan merusak komposisi warna yang kubuat, tapi aku juga yang harusnya punya kendali lebih atas hidupku sendiri.

Mungkin itu yang kurang.

Kadang tak rela melihat satu warna indah berlalu begitu saja, walau sebenarnya warna itu bukan milikku. Hanya mampir untuk sebuah garis, bukan untuk sebuah lengkungan yang melengkapi lengkunganku untuk menggambar “hati”.

Hanya ada satu,

Belum saatnya, jadi masih harus menunggu.

Tapi jika lelah, bagaimana?

JIka kanvas itu akhirnya basah lagi oleh airmata yang selalu tumpah….?

Bagaimana?

Aku ingin istirahat sejenak dari penantian ini.

Tapi hidup seperti terus berlari, kalau tidak, waktu yang akan meninggalkanmu dalam penyesalan dan putus asa,

Karena hidup ada batasnya.

Argh… hiks..

(Setelah “upset” karena smsan yang membingungkan, deg2an yang tak berhenti2, dan fisik yang capek karena padatnya kegiatan. Ruang tengah, 9:22pm)

Post

Cinderella in an old-dusty-black Converse

In Uncategorized on November 21, 2008 by RaazZ Tagged: , , , , , ,

Kisah klasik yang semakin berkembang hingga hari ini. Cinderella’s story. Pada intinya adalah gadis biasa yang akhirnya menjadi istri seorang pangeran. Entah apapun versinya. Kalau aku sih suka yg Rodgers and Hammerstein’s Cinderella, so musical and nice…. Lucu aja liat Cinderella berkulit hitam dan pangeran tampan berkulit putih yg ternyata punya ibu berkulit hitam dan ayah berkulit putih. Hahahahaha…. that leave doesn’t fall far from the trees. Si pangeran mengikuti pola orang tuanya. Keren lah filmnya. Lagu-lagunya apalagi.

Siapa sih Cinderella? Gadis yang menjadi pembantu di rumahnya sendiri, hanya karena ibu tirinya lebih sayang pada kedua anaknya kandungnya saja. Sedangkan si ayah sudah meninggal. Cinderella ini ya merana, gimana enggak. Ah, perasaan seisi dunia juga uda tau kisah si Cinderella.

Benernya namanya Ella, cuman gara-gara dia belepotan sisa arang di dapur, jadilah namanya Cinderella. Bermimpi jadi putri yang merindu pangeran. aHAhahaha… kesannya muluk banget. Dia ga berbekas arang aja mestinya udah bagus. Tapi alam raya ini cukup adil pada tiap manusia. Dua sodara tirinya itu walaupun selalu ngabisin duit ibunya dengan belanja dan dandan abis2n tetep ga bisa keliatan lebih cantik dari Ella yang udah dari sononya cantik. Hahahaha… nasib cerita dongeng. Tokoh utama walaupun nasibnya buruk di awal, dia punya modal tampang yang cantik alami jadi tinggal mengubah penampilan aja.

Cinderella… and her prince. o_O ?!

Cinderella yang cantik, dengan bantuan ibu peri yang baik hati, ia bisa menikmati beberapa jam terindah dalam hidupnya, menghadiri pesta dansa yang diadakan oleh pangeran tampan. hihii… kenapa sih pangeran tu selalu digambarkan tampan? Apa karena dia seorang pangeran, bangsawan, maka dia berhak atas segala keindahan duniawi? Apa salahnya ya kalau dia pangeran yang kaya raya tapi tampangnya serupa Hunchback dari NotreDame? haha.. Mo diadakan pesta dansa tujuh hari tujuh malam juga ga ada yg mau nikah ama tu pangeran. Kecuali langsung meracuninya saat malam pertama. Hahahahahaha…..

Oke, oke. Cinderella cantik langsung jadi makin cantik dengan gaun sihiran ibu peri, serta kereta kencana dari labu dan empat ekor tikus yang disihir jadi kuda. Seketika seakan mengubah statusnya dari gembel yang tak dilirik orang, tertutup jelaga, menjadi seorang putri jelita dari kerajaan antah berantah dengan kendaraan yang menunjukkan kelas sosialnya. Datang telat, langsung menyita perhatian. Itulah Cinderella…

Mungkin, karena wajahnya gak pasaran karena ga pernah keliatan eksis di negara/kota itu, pangeran langsung aja stunning waktu Cinderella memasuki ballroom. Wah, klo aku jadi Cinderella itu, langsung GR aja aku, hahahaha….

Entahlah, apa ini masih pengaruh sihir ibu peri, pangeran itu langsung aja ngajak Cinderella berdansa, seakan gak ada wanita lain di ruangan itu. hihihihi…. cinta emang bikin orang jadi buta dan tuli. Tak peduli tatapan sinis, heran, gak percaya dari seisi ruangan, mereka terus saja berdansa. Hebatnya seorang Cinderella yang sehari-hari berkutat dengan dapur dan kegiatan rumah tangga tak abis2nya, dia bisa langsung “tune in” saat dansa dengan pangeran!! Orang lain yang udah kursus dansa aja belum tentu bisa di pertemuan pertama, hehehe…. Cinderella ini, ah…. mungkin masih efek keajaiban-semalam-sihir-ibu-peri.

Rasa itu tmbuh begitu kuatnya diantara pangeran dan Cinderella, seakan mereka memang ditakdirkan bersama, hanya terpisah nasib kelas sosial aja. Waw! Semalam untuk selamanya. Hingga detak jam memisahkan mereka……. There’s no forever in this world. Everything which has a beginning, must have an end.  Mendadak sprinter, Cinderella berlari-lari keluar dari ballroom untuk pulang ke “gubuk derita”nya sebelum pangeran itu tahu klo dia tu bukan siapa-siapa kecuali masyarakat kelas bawah yang serupa pembantu. Hihi…. Hebatnya, sepatu kaca itu tertinggal begitu saja di tangga istana. Gak pake keseleo, bo! Hahahaha…. Lovely Cinderella, klo sepatu itu gak pernah ketinggalan di sana, ato efek sihir ibu peri ikut hilang terhadap sepatu itu, paling2 yang ketinggalan sandal jepit butut yang hampir putus, yang hampir bisa dipastikan akan langsung dibuang ama pengawal karena dianggap mengganggu pemandangan istana. Dan pangeran itu ngga akan pernah menemukan Cinderella.

How nice destiny give such clue for them to meet again.

And so be it. Pangeran nyari pemilik sepatu itu. Bahkan dia sendiri yang masangin tu sepatu ke kaki seluruh gadis di seluruh negri. Gobloknya, masa ga ada kaki lain yang cukup dengan sepatu itu? Pabriknya cuman bikin satu ya? Limited edition, for Cinderella only! haha….

Singkat cerita, then they get married, and live happily ever after.

Okay, okay….

Itu tadi Cinderella bersepatu kaca yang jelas-jelas Limited Edition yang pastinya cuman satu orang yg punya, ya Cinderella itu sendiri.

ahahahahhaa…. Cinde, Cinde…..

Bertahan hidup di bawah tekanan orang-orang yang tak menghargai eksistensinya, menghadapi setiap hari yang terlewati sambil berharap pada satu mimpi, untuk nanti bertemu dengan cinta sejatinya, yang bersamanya ia akan hidup bahagia, dan ternyata cintanya itu bertemu dengan cinta seorang pangeran tampan. Oh man! Kenapa sih ama pangeran tampan ini? Apa ngga lebih penting klo pangeran yang smart, genius, atletis, daripada sekedar ganteng di tampang doank? Emang cowo cuman penting punya tampang yang menarik sehingga klo dibawa jalan kemana-mana ngga memalukan? Trus, gimana ama si Ella, yang asilnya adalah masyarakat kelas bawah yg notabene hidupnya biasa-biasa aja yang jeals kontras bgt ama hidupna si pangeran? Apa ga jadi pembicaraan tuh, klo pangeran punya pasangan yang kontras kelas sosialnya? Jangan-jangan setelah menikah hidupnya si Ella ga lebih baik dari saat dia tinggal ama ibu tirinya. Hahahaha…

Yang benar aja, masa si pangeran ma CInderella mo dansa-dansaan tiap malam? Bosen kali.. masa hidup cuma untuk menikmati cinta? Kalo ternyata si Ella terlalu stupid buat diajak sharing soal kenegaraan, gimana dunk? Ujung-ujungnya ntar dia merajut selimut aja di istana, gak bisa ngerjain yang lain kecuali pekerjaan rumah, bercinta dan berdansa bersama pangerannya.

Hmm…. masi simak kisah “Cinderella” yang lain, seperti judul posting ini. Cinderella bersepatu Converse hitam usang. Ada apa dengan sepatu kanvas yang berwarna hitam-putih ini? Putri tomboy. Boleh saja mereka pakai gaun pesta yang sama, tatanan rambut yang sama indahnya, tapi…. untuk urusan alas kaki ternyata bisa berbeda, tapi tetep gaya. Buat yang pernah main game Jojo’s Fashion Show level Paris, gabungan gaya feminine dalam tema Bride dipadu dengan Punk ternyata fashionable juga. Setipe itu lah Cinderella-Converse ini. Hihihihi…. Selain itu, bagaimana pun, dia juga punya hak untuk bermimpi yang sama denga Ciderella-sepatu-kaca dunks, untuk mendapatkan cinta sejati dan hidup bahagia.

Sungguh cerita yang gak masuk akal. Kalaupun benar gadis ini juga Cinderella, dan kalaupun dia juga mendadak putri gara-gara sihiran ibu peri dan pinjaman kemewahan untuk semalam, pasti gak mudah baginya untuk melarikan diri dari ballroom istana sambil tetap meninggalkan jejak di sana. Oke, mungkin dia bisa berlari lebih kencang dari Cinderella bersepatu kaca yang pastinya takut keseleo dan sepatunya pecah, sepatu Converse yg bahannya dari kanvas itu pastinya lebih nyaman untuk berlari-larian di dalam ballroom, tapiiii…. tau sendiri kan sepatu kanvas itu adalah SEPATU BERTALI? dan pasti susah donk untuk melepas sepatu itu dalam keadaan buru-buru cuman untuk ninggalin jejak?

yawh, dasar tu Cinderella…. mestinya dia pilih sepatu flat shoes aja kali ya, kan lebih mudah.

Cinderella-sepatu-kaca bisa bertemu lagi dengan pangerannya karena satu sepatu kaca yang tertinggal di tangga istana, menjadi satu-satunya petunjuk yang bisa digunakan pangeran untuk mencari Cinderella, walau ke seluruh pelosok negeri sekalipun.

Lha sepatu kanvas ini? Untuk melepaskannya aja butuh perjuangan, kalau berjalan tapi tali sepatu tak terikat rapat, bisa kesandung. Apalagi berlari karena dikejar deadline dentang jam 12. Wah wah…. Apa iya Cinderella-sepatu-Converse masih bisa bertemu dengan pangerannya lagi? Dengan cara apa dia bisa meninggalkan jejak bagi pangerannya?

aHAa…. sesampainya di ujung akhir tangga sebelum semua sihir itu menghilang (1 menit lebih cepat dari Cinderella sepatu-kaca karena kenyamanan sepatu Converse), dilepaskanlah sepatu sebelah kiri dan dilemparkannya ke arah istana, berharap pangerannya inget buat nyari CInderella ini lagi kalau emang dia pengen ketemu lagi. Cinderella-nya sih ngarep, pangeranna? gak tau lagi deh ngeliat kelakuan “gadis absurd” ini. Hahahahahha….

Kata temanku sih, akhir kisah ini ya gak jauh beda ama kisah Cinderella-sepatu-kaca. Pangeran itu ya mencari pemilik pasangan sepatu Converse hitam-putih usanng, yang ternyata ukuran 39, hehe…

Tapiiiiiy, perjuangannya setengah mati! Secara pabriknya gak bikin cuman satu sepatu kanvas Converse hitam-putih ukuran 39! ahahahahaha…. setelah berkutat dengan berbagai bau kaki, dari kaki cewe ampe kaki cowo-cowo yang ngotot pengen nyoba sepatu itu juga. Dasar merekanya yang gay, ternyata naksir juga ama pangeran.. :P

fiuhh… setelah sampai ke rumah Cinderella-sepatu-Converse ini, tampang si pangeran udah kusut gak ada bedanya ama tukang nagih listrik. Jadi, klo gak karena ada sejumlah pengawal di sana, pasti ga dibolehin masuk ke rumah tuh ama bundanya si Cinderella. Ahaha… Bnernya bundanya baik kok, namanya juga bunda kandung, ga bunda tiri kyk ibunya Cinde-sepatu-kaca. ahahaha…. gak pentiiiing!

Mendadak gadis ini lupa ama tampangnya si pangeran, saking kucelnya. Trus dilabrak dengan sinis, “Lho ini siapa ya?!!!” sampe si pangeran hampir mangkel trus mau pergi aja. Karena udah pegel ama segala macem bau kaki, ditambah dengan sinisme tadi bikin si pangeran ini makin ilfil mo nyobain tu sepatu ke kaki cewe tengil ini, dilempar aja tuh sepatu yang dibawa pangeran.

“Neh, mo buang sampah!”

setelah mengamati “sampah” itu… gadis itu baru inget,.. kayaknya aku pernah punya sepatu kayak gini deh… tapi kok bisa jadi jelek gini? Bau bgt pula….

“Eh, mas mas… tunggu bntar deh. Kok cuman satu sih? yg satunya lagi mana?”

Hiyaaaa….. udah mo muntab aja tuh pangeran kucel. Haha

“Nah itu dia, aku tu lagi nyariin pasangannya. Yang punya, bakal jadi calon istriku.”

“Haaaa? Nyari calon istri cuman dari sepatu kucel gini? Sapa elu sih???” tanya gadis itu, masih ngga ngeh klo di hadapannya itu seorang pangeran yang terpaksa “menyamar”, ahaha..

“Kayaknya aku pernah punya sepatu gini sih….bntar deh.” ujar gadis itu lagi.

Sambil menunggu gadis itu mengambilkan sepatu yang katanya mirip sepatu yang dibawa pangeran itu, si pangeran ini jadi mikir2…. Kalo ternyata pasangannya cocok…. masa nikah ama cewe aneh ini?

voila!!! setelah dilihat2, ada kemiripan! Ada tanda tangan ibu peri di dalam sepatu itu. Ck ck ck….

“Hah? Kok sepatu ini bisa ada di kamu sih? Jangan-jangan… kamu pangeran di pesta dansa itu ya?”

“Yap.”

“Ya ampuuuuuuuuun!!!!!!”

hehehhee….. sudah sudah. Kok jadi aneh gini ceritanya? Hehe…

yang kutahu, cinta itu akan indah pada waktunya. Dan karena sifatnya yang universal itu, cinta itu pasti akan indah pada siapa saja yang tahu bagaimana menempatkan cinta. Mo Cinderella kek, anak tetangga sebelah, preman ato orang aneh sekalipun. hihi….

Darimana bermula, bagaimana bertemunya, semuanya begitu rahasia yang penuh kejutan. Nikmati saja sensasinya, ikuti saja alur prosesnya, dan kamu akan selalu tersenyum dan terbelalak saat menemukan kejutan di tiap langkah yang kam lalui.  Entah sepatu kaca atau sepatu kanvas, jika cinta sudah menuntunmu, kamu tinggal ikuti arahnya dan percaya ama kata hati, sambil selalu berdoa supaya Yang MahaKuasa juga setuju ama usahamu. Ahahaha….

Cinderella, Cinderella….

dari sepatu naik ke hati. Ck ck ck….

Post

“Menjaga Hati” karena “Malaikat Juga Tahu”

In Uncategorized on November 18, 2008 by RaazZ Tagged: , , , ,

Hihihi…..

Aku lagi suka bgt ama dua lagu itu. Intinya hampir sama siy menurutku, tentang mencintai seseorang tapi akhirnya gak bisa bersama lagi. Yang satunya itu, menunggu walau sudah ditinggalkan, yang satunya lagi kelelahan akibat mencintai tapi diabaikan, gitu ya? Ahahaha…. entahlah.

Mungkin yang pertama itu, Menjaga Hati, bagaimana jika seorang pria ditinggalkan oleh wanita yang ia cintai. Sampai kapan pun masih akan menunggu wanita itu kembali, ampe dibela2in hidup menyendiri demi pembuktian kalau di hatinya hanya ada satu cinta.

Sedangkan lagunya Dewi Lestari… menurutku lagu ini tentang wanita yang sangat mencintai pasangannya, walaupun ia sering diabaikan, gak peduli ia selalu berusaha ada untuk menemani kekasihnya. Tapi, dia juga manusia biasa yang bisa lelah juga. Kan mencintai itu bukan hubungan satu arah, tapi saling melengkapi. Masuk akal juga siy, secara dia udah berusaha sabar dan membuktikan cintanya, tapi yang satunya seperti ngga bisa ngerti. Yawh, relakan dia pergi membawa cintanya. Asal tau aja, belum tentu dia akan dapatkan cinta seperti cinta si wanita itu tadi di tempat lain.. diadu juga boleh, sapa yang lebih sejati cintanya.

Hmm…

Bingung siy mo ngomong apa lagi, abisnya aku suka dua-duanya. Sama-sama bikin aku nangis waktu dengernya. Tipikal lagu indonesia yang bner2 berkualitas dan layak dengar. Kayaknya dikerjakan dengan serius dan berasal dari hati. ^_^ Gak cuma memenuhi tuntutan industri yang penting laku trus dpt platinum.

Hmm….

Segala yang berasal dari hati, akan kembali ke hati.