Kamis, 6 Maret 2008.
Day 1
http://gigapedia.org
Dosen yang pertama kali masuk ke Psikometri kelas C, Mr. Cho, memberikan beberapa nasehat yang mestinya akan berguna bagi kelangsungan hidup kami, para mahasiswa, selama perkuliahan psikometri. “Bacalah satu buku dalam sehari.” itu salah satunya. Waw, kadang sehari tiga kuliah. Belum lagi waktu untuk jalan-jalan ama teman. Ngumpul ama keluarga. Ngerumpi… yawh, cewek gituh… sedangkan kebanyakan buku diktat psikologi (kalau itu yang beliau maksud) tebalnya nggak jauh beda ama kamus Oxford Inggris-Indonesia. Belum lagi, buku-buku itu berbahasa inggris. Ahahahaaa… maaf, Pak. Kami tak serajin itu, hehe…
Yang gak kalah penting dalam mata kuliah ini adalah berlaku jujur dan adil. Honesty and justice. Entah bagaimana tepatnya aplikasi dua sifat tersebut. Secara aku juga blum paham banget apa arti psikometri.
satu pesan terakhir sebelum kuliah berakhir: Tiap mahasiswa harus punya desain pembelajaran. Some may say a syllabus. Whatever. Dan mengabaikan satu hal ini akan berakibat petaka di kemudian hari.
Kamis, 13 Maret 2008.
Day 2
Another psychometric day with Mr. Cho…
Mr. Cho memasuki kelas. Mahasiswa telah siap dengan pulpen dan catatan di atas meja, menunggu beliau memulai penjelasan tentang materi hari ini. Oh iya, apa materi hari ini? Ada yang tahu? Ah, iya. Baca desain pembelajaran. Tapi, biasanya kan pertemuan awal pasti membahas definisi, kalau nggak gitu ya sejarah munculnya teori psikometri. Ternyata hari ini, bukan itu yang akan beliau jelaskan.
“Siapkan kertas, rekan-rekan! Kita Quiz hari ini!”
Owwwh, what???!!!! Quiz? Dipertemuan kedua?? Nggak umum banget di kampusku. Tapi ya itulah yang terjadi. Sebagai mahasiswa yang peduli dengan hal-hal yang bisa menambah nilai akhir (^_^;) kami mulai menyiapkan kertas. Harap sabar, dosen yang satu ini memang agak antik dan nggak ada duanya di kampus mungil kami. Banyak yang bilang, dosen seperti beliau “harus dilestarikan keberadaannya.”
“Jangan meminta kertas pada teman yang lain, tetapi jika kalian diberi, maka itu adalah suatu kehormatan.”
See? Baru ini aku diajar dosen dengan falsafah hidup sedemikian mulia.
Soal demi soal didikte tanpa ada pengulangan. Cepet pula! Jadilah tulisan serupa cakar ayam menghiasi selembar kertas hasil sobekan dari buku agenda. Nasib mahasiswa males macem aku, nggak bawa literatur sama sekali. Gimana aku mau menjawab soal-soal itu? Ahahaaa… kalau aku berani jujur, mungkin inilah jawabanku…hehehehe…..
1. Apa yang Anda ketahui tentang prinsip dasar teori pengukuran?
mengukur itu membandingkan….
2. Uraikan ciri-ciri pengukuran dimensi fisik dan nonfisik!
dimensi fisik= gampang
nonfisik= susah karena gak jelas.. hehe
3. Uraikan problem yang terjadi pada proses pengukuran!
alat ukur yang tidak reliable (cieh…^_^;), obyek pengukuran yang gak jelas… (heran deh, bisa-bisanya ya barang ndak keliatan macem emosi, intelegensi, motivasi tuh diukur? psikologi emang hebat!)
4. Bedakan skala pengukuran dan pengukuran psikologis!
skala pengukuran= penggaris, dkk. Pengukuran psikologis= ndak tahu, Pak.
5. Kapan pengukuran psikologis sangat memberikan manfaat yang maksimal?
kapan-kapan…
6. Seberapa jauh psikometri mempunyai peranan penting dalam psikologi?
sangat jauh sekali.
7. Sebutkan sepuluh tokoh psikometri dan pandangan mereka!
tidak tahu, Pak.
8. Kelebihan psikometri, anda dapat melakukan predictable tentang kemampuan kognisi, afeksi serta kombinasi keduanya dan bisa berarti sebaliknya ketika Anda salah mengartikan psikometri. Jelaskan pandangan di atas!
setuju! Salah diagnosa bisa menyebabkan keyakinan yang terbawa seumur hidup.
9. Psikometri bisa berfungsi maksimal ketika ada variabel yang harus dipenuhi. Sebutkan dan jelaskan variable tersebut!
variabel dependen, independen…. (selama dua tahun kuliah, masih bingung aja soal variable…)
10. Psikometri dapat difungsikan secara maksimal ketika Anda mengetahui peranan variabilitas, reliabilitas, standar pengukuran, standar kesalahan, norma. Jelaskan!
tidak tau.
HUaaaahhh… ternyata emang beda ya kehidupan mahasiswa. Gak bisa nunggu dijelasin ama dosen, kudu ada usaha belajar mandiri. Setelah kuis ini, malah diajakin nonton tiga film pendek oleh Mr. Cho. Maksudnya sih memberi contoh seperti apa psikometri itu. sejauh yang bisa kucatat hanya dua poin.
reliable: pengulangan. makin reliable makin valid.
valid: sesuai dengan apa yang diukur.
Kuliah selesai. Pesan Mr. Cho, kerjakan ulang Quiz tadi di kertas HVS. Tulis tangan, jangan pakai komputer. Jawab dengan jawaban yang benar. Kumpulkan minggu depan.
It’s gonna be a tough week of writing…
(2 b cont’d)










lho 2 hari ae ????
trus kelanjutane gmn ????
hiahahahaha….
kuk sama…
dan hasil dari pengajaran yang luar biasa haaebat ditambah dengan aku sendiri mahasiswa teladan yang rajin, psikometriku dapet C *tersenyum dengan bangga*
ehm….
tapi meski penderitaan dengan psikometri selama hampir satu semester itu, ditambah juga satu mata kuliah: eksperimen, dosen penguji proposal pula
tapi aku juga harus banyak berterimakasih dengan p.cho.. dua mata kuliah beliau nilaiku…..!! alhamdulillah…meski awalnya nagis2(kalo yang ini hiperbola) nda pernah ada kuliah, cuma tugas mulu..(cat: aku cuma ngerjakan satu kali tugas beliau)
terimakasih p.cho..
dosen psikometri kami juga agak gimanaaaaaa gtu..:(
tapi nikmatin ajalah..ehehe
lucu juga ni kisahnya
waaa.. makasi uda ngasi komen ya
tapi itu uda lama banget, dan walaupun ga bagus2 bgt, aku bersyukur uda lulus matakuliah psikometri n ga perlu ngulang, hehe…
kami mengalami hal yg sama sbg adek kelas..
hahaha
skrg lbh parah,tiap kali masuk kudu bawa bukunya nu**lly..
tebelnya gak kalah tebel sama urutan dosa2 kita kalo dibukuin pas kul psikomet sm beliau..hoho
tapi banyak pesan moral juga yang kita dapat dr beliau..
yakni……
yang gak pernah dapet nilai E = bodo..
hahahaha
kok kayanya aku tau dosen di surabaya yang memanggil mahasiswanya dengan rekan2…. has banget… hehehehe…. selamat menikmati aja